Hakim Kabulkan Permohonan DAD Sanggau, Dua Orang Peladang Resmi Tahanan Rumah

Hakim Kabulkan Permohonan DAD Sanggau, Dua Orang Peladang Resmi Tahanan Rumah

Foto: Sekretaris DAD Sanggau Urbanus menemui wartawan di pelataran halaman kantor Kejaksaan Negeri Sanggau, Senin (25/11/2019).

SANGGAU – Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau mendatangi Pengadilan Negeri Sanggau, Senin 25 November 2019 terkait dua warga suku dayak Sugiman asal Dusun Tapang Peluntan RT. 001/000 Desa Sei Tekam Kecamatan Sekayam dan Teruna warga Dusun Tapang Peluntan RT. 001/000 Desa Sei Tekam Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau yang menjalani sidang perdana atas kasus kebakaran hutan dan lahan.

Hadir pengurus Pemuda Katolik Kabupaten Sanggau, Organisasi Pemuda DRAF, AMAN, PDKS, dan beberapa organisasi masyarakat lainnya.

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Sanggau Arief Budiono dengan dua anggota Eliyas dan Yuristi Laprimoni.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joharca. Hadir Kasi Pidum Kejari Sanggau Eko.

Sekretaris DAD Kabupaten Sanggau, Urbanus menyampaikan tiga hal terkait kasus yang menimpa warganya itu. Pertama bahwa DAD mengapreasiasi pihak Pengadilan Negeri Sanggau yang mengabulkan permohonan pengalihan tahanan, dari tahanan rutan ke tahanan rumah.

Kedua, meminta kepada seluruh elemen masyarakat Dayak untuk menjaga ketentraman dan ketertiban selama proses persidangan.

Ketiga, kepada seluruh elemen masyarakat, baik Pemerintah, aparat penegak hukum, pihak perusahaan maupun masyarakat adat diminta untuk saling menghargai.

“Kalau kita sudah saling menghargai maka Sanggau ini akan tenang, damai dan tentram. Saya minta kepada masyarakat harus mengerti bahwa ini proses hukum yang harus kita junjung tinggi,” pungkasnya.

Selain itu Urbanus juga meminta kepada pihak Kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk melihat secara jernih persoalan yang menimpa Sugiman dan Teruna yang sudah dilaporkan pihak – pihak tertentu.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.